Tantangan Pengelolaan Gas di Sektor Hulu
Indonesia saat ini mempunyai sumber daya gas yang berlimpah, dengan sumber daya…
Resep Keterbukaan ala Bojonegoro
Inovasi adalah kunci untuk mendorong tata kelola pemerintahan daerah yang…
Pertemuan Nasional “Mengawal Tindak Lanjut Korsup KPK Sektor Minerba 2017”
Sejak dideklarasikan pada 6 Juni 2014, Kooordinasi dan Supervisi Sektor Mineral…
Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim Tuntut Kembalikan Ruang Hidup Masyarakat
Pemerintah Daerah dan DPRD Provinsi Kalimantan Timur telah menetapkan Rencana…
Penyelesaian Piutang PNBP
Publik dikejutkan dengan temuan piutang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)…
Penyelesaian Tunggakan Penerimaan Negara Bukan Pajak Sektor Minerba
Publik dikejutkan dengan temuan tunggakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB)…
Industri Tuntut Harga Gas yang Lebih Adil
Bagi industri tertentu seperti industri pupuk, petrokimia, dan baja, harga gas…
Hilirisasi Pertambangan dan Manfaat Berganda
Kebijakan hilirisasi pertambangan melalui pembangunan smelter untuk pengolahan…
Kebijakan Relaksasi Ekspor Mineral Dilaporkan ke Ombudsman
Jakarta – Publish What You Pay (PWYP) Indonesia bersama dengan sejumlah elemen…
Aspek kepastian bisnis juga disoroti oleh Eddy Asmanto, Sekjen Indonesia Natural Gas Trader Association. Menurutnya, bisnis gas adalah bisnis jangka panjang, dan membutuhkan infrastruktur yang rumit dan mahal untuk penyimpanan dan pendistribusiannya, sehingga butuh kepastian dalam aturan main untuk menjamin pengembalian investasi.
Tantangan lainnya adalah 75% sumber daya migas saat ini terletak di laut dalam di wilayah Indonesia bagian timur, dengan 85% didominasi oleh sumber daya gas. Dengan lokasi di perairan dalam tersebut, waktu produksi saat ini menjadi lebih lama dibandingkan dengan era sebelumnya, diperkirakan dibutuhkan waktu sekitar 20 tahun dari penemuan sampai dengan produksi.
Arifin menambahkan, perlu penyederhanaan birokrasi agar birokrasi tidak berbelit, sehingga dari penemuan migas baru ke produksi tidak memakan waktu yang lama. Perlu juga peningkatan investasi di sektor hulu migas untuk mendorong penemuan cadangan migas baru di frontier areas.








